Hotman Paris Mundur Dampingi Febrie Adriansyah Demi Fokus Jalani Pengobatan Saraf Kejepit di Singapura
Jakarta – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Keputusan tersebut diambil karena Hotman ingin memusatkan perhatian pada proses pemulihan kesehatannya setelah menjalani penanganan medis akibat gangguan saraf kejepit.
Hotman menyampaikan pengumuman tersebut usai menjalani pemeriksaan dan perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Dalam keterangannya kepada awak media, ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya menjadi prioritas utama sehingga tidak memungkinkan untuk terus menangani perkara yang membutuhkan perhatian penuh.
Meski memilih mundur dari tim kuasa hukum, Hotman menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berkaitan dengan substansi perkara maupun hubungan profesionalnya dengan Febrie Adriansyah. Ia menilai langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab agar proses pendampingan hukum tetap berjalan secara optimal tanpa terganggu oleh kondisi kesehatannya.
Pengacara yang dikenal dengan gaya khas dan aktivitasnya yang padat itu juga mengungkapkan rencana melanjutkan pengobatan di Singapura. Ia berharap terapi dan penanganan lanjutan dapat mempercepat proses pemulihan sehingga bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Di hadapan para wartawan, Hotman tampak menggunakan kursi roda sebagai bentuk antisipasi selama masa pemulihan. Meski demikian, ia tetap melayani pertanyaan media dan menjelaskan bahwa kondisinya terus dipantau oleh tim dokter.
Keputusan pengunduran diri tersebut menjadi perhatian publik mengingat Hotman Paris merupakan salah satu pengacara paling berpengaruh di Indonesia dan sering menangani berbagai perkara besar yang menyita perhatian masyarakat. Banyak pihak pun mendoakan agar kesehatannya segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas di dunia hukum.
Sementara itu, proses hukum yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah diperkirakan akan tetap berjalan sesuai prosedur dengan pendampingan dari tim kuasa hukum lainnya. Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Hotman Paris dalam perkara tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kesehatan tetap menjadi prioritas utama, bahkan bagi seorang profesional yang memiliki jadwal dan tanggung jawab besar. Publik kini menantikan perkembangan kondisi kesehatan Hotman Paris sekaligus kelanjutan proses hukum yang tengah berjalan.

