Pramono Anung Soroti Pagar Tinggi di Mal Jakarta, Nilai Berlebihan dan Ganggu Citra Keamanan Kota

Pramono Anung Soroti Pagar Tinggi di Mal Jakarta, Nilai Berlebihan dan Ganggu Citra Keamanan Kota

Pramono Anung Soroti Pagar Tinggi di Mal Jakarta, Nilai Berlebihan dan Ganggu Citra Keamanan Kota

 

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti maraknya pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan (mal) di Ibu Kota. Menurutnya, penggunaan pagar dengan ukuran yang berlebihan justru dapat menciptakan kesan bahwa kondisi keamanan Jakarta sedang tidak kondusif.

Pramono menyampaikan bahwa keamanan kawasan publik memang menjadi hal yang penting. Namun, penerapan sistem pengamanan sebaiknya dilakukan secara proporsional tanpa menimbulkan kesan eksklusif maupun membuat masyarakat merasa tidak nyaman saat berkunjung ke pusat perbelanjaan.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola mal dan instansi terkait, untuk mengevaluasi keberadaan pagar-pagar tinggi tersebut. Langkah ini dilakukan agar sistem keamanan tetap berjalan efektif sekaligus menjaga wajah kota yang terbuka dan ramah bagi masyarakat.

Menurut Pramono, keamanan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan pagar atau pembatas fisik. Penggunaan teknologi pengawasan seperti kamera CCTV, peningkatan jumlah petugas keamanan, serta sistem pengawasan yang terintegrasi dinilai lebih efektif dalam menciptakan rasa aman bagi pengunjung.

Selain itu, desain kawasan publik juga perlu mempertimbangkan aspek estetika. Pagar yang terlalu tinggi dinilai dapat mengurangi kenyamanan visual dan membuat lingkungan pusat perbelanjaan terlihat tertutup. Padahal, mal merupakan salah satu ruang publik yang menjadi tujuan masyarakat untuk berbelanja, bersantai, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap setiap pengelola pusat perbelanjaan dapat menyesuaikan standar keamanan dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keterbukaan akses bagi masyarakat. Evaluasi akan dilakukan melalui dialog bersama pihak pengelola agar solusi yang diambil dapat mengakomodasi kebutuhan keamanan tanpa mengurangi citra positif Jakarta sebagai kota metropolitan yang aman dan modern.

Pramono menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan harus tetap menjadi prioritas. Namun, kebijakan tersebut perlu diterapkan secara seimbang sehingga tidak memunculkan persepsi negatif terhadap kondisi keamanan ibu kota. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan tercipta lingkungan pusat perbelanjaan yang aman, nyaman, serta memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengunjung.

Baca Artikel Berita Lainnya : https://teknoupdate.com

Updated: Agustus 1, 2026 — 5:11 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *