2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Berhasil Dievakuasi Setelah Operasi SAR Selama 13 Jam
Bondowoso, 5 Agustus 2026 – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi dua korban pendaki yang meninggal dunia di kawasan Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Proses evakuasi yang berlangsung di medan terjal dan penuh tantangan tersebut memakan waktu sekitar 13 jam hingga kedua jenazah berhasil dibawa turun dengan aman.
Korban diketahui merupakan seorang pendaki perempuan berusia 51 tahun bersama pemandunya yang berusia 35 tahun. Keduanya sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian di jalur Gunung Piramid yang dikenal memiliki karakteristik tebing curam serta jalur sempit.
Operasi Evakuasi Melibatkan Banyak Unsur
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan pecinta alam, hingga masyarakat sekitar. Seluruh personel bekerja sama menembus medan yang sulit dengan membawa berbagai perlengkapan penyelamatan, termasuk tandu khusus untuk proses evakuasi dari lokasi kejadian.
Kondisi cuaca yang berubah-ubah serta kontur jalur yang ekstrem menjadi tantangan terbesar selama proses penyelamatan. Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya maksimal agar proses evakuasi dapat berjalan aman tanpa menimbulkan korban tambahan.
Sejumlah petugas harus bergantian membawa tandu melewati jalur berbatu, tanjakan curam, serta kawasan hutan lebat sebelum akhirnya mencapai titik aman.
Medan Gunung Piramid Dikenal Cukup Berbahaya
Gunung Piramid merupakan salah satu destinasi pendakian yang cukup populer di Bondowoso. Namun gunung ini juga dikenal memiliki jalur yang menantang sehingga membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan perlengkapan yang memadai.
Beberapa titik pendakian memiliki kemiringan yang tinggi dengan jalur sempit di sisi jurang. Kondisi tersebut membuat pendaki harus ekstra berhati-hati, terutama ketika cuaca mulai berkabut atau hujan karena permukaan jalur menjadi licin.
Para pendaki yang belum memiliki pengalaman mendaki di jalur ekstrem umumnya disarankan menggunakan jasa pemandu lokal agar perjalanan lebih aman.
Proses Evakuasi Berlangsung Hingga Malam
Tim SAR memulai proses penyelamatan sejak laporan diterima. Setelah memastikan lokasi korban, petugas menyusun strategi terbaik untuk melakukan evakuasi tanpa membahayakan keselamatan personel.
Karena medan yang sangat sulit, proses pemindahan jenazah dilakukan secara bertahap. Setiap beberapa ratus meter, petugas bergantian mengangkat tandu sambil memastikan kondisi jalur tetap aman untuk dilalui.
Setelah perjuangan panjang selama kurang lebih 13 jam, kedua jenazah akhirnya berhasil dievakuasi menuju posko dan selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Apresiasi untuk Tim Penyelamat
Keberhasilan operasi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kerja sama yang solid antara seluruh unsur penyelamat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi di tengah kondisi medan yang sangat berat.
Selama proses berlangsung, para relawan dan petugas menunjukkan dedikasi tinggi dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim. Tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, koordinasi yang baik juga menjadi faktor penting dalam menyelesaikan operasi tersebut.
Imbauan bagi Para Pendaki
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang ingin melakukan pendakian ke gunung-gunung dengan tingkat kesulitan tinggi. Pendaki diimbau untuk selalu:
- Memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima.
- Menggunakan perlengkapan keselamatan yang lengkap.
- Memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat.
- Tidak memaksakan pendakian saat cuaca buruk.
- Menggunakan pemandu lokal apabila belum mengenal jalur pendakian.
- Selalu melapor kepada petugas pos pendakian sebelum memulai perjalanan.
Kesiapan yang matang serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan pegunungan.
Penutup
Evakuasi dua pendaki di Gunung Piramid Bondowoso menjadi bukti besarnya dedikasi tim SAR gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Meski harus menghadapi medan ekstrem dan proses yang panjang, seluruh personel berhasil menuntaskan operasi dengan baik.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian memerlukan persiapan yang serius serta kesadaran akan risiko alam. Dengan mematuhi aturan keselamatan dan mengutamakan kehati-hatian, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan sehingga aktivitas mendaki tetap menjadi kegiatan yang aman dan menyenangkan bagi seluruh pecinta alam.

